| Dua Pembangkit Listrik Panas Bumi |
|
|
|
| Written by Administrator | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tuesday, 19 January 2010 01:04 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menyerahkan izin usaha pertambangan (IUP) dua wilayah kerja pertambangan (WKP) Gunung Tampomas dengan konsorsium PT Wika Jabar Power gabungan PT Jasa Sarana-PT Wijaya Karya, sebagai tahapan awal akan mengebor dua sumur di wilayah ini dan Tangkuban Parahu dengan konsorsium PT Indonesia Power-Razer Technologies, dalam minggu ini. Sebenarnya diakui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Thahir Sastradiningrat, semuanya (surat-surat yang berhubungan) sudah selesai pada november tahun lalu, termasuk persyaratan modal awal US$10-US$15 juta, telah disanggupi konsorsium, akan tetapi masih banyak yang kurang. Kedua WKP tersebut akan segera mengeksplorasi sumur pada akhir 2011.
Lokasi wilayah kerja panas bumi 2010
Potensi panas bumi ini dapat mencapai 150 MW dengan Rp. 2.5 triliun investasi hingga tahap produksi. Pengamat energi dari Institut Teknologi Bandung, Rudi Rubiandini, menyampaikan bahwa eksplorasi panas bumi di Jawa Barat harus segera dilaksanakan untuk mengatasi krisis listrik di negeri ini. Listrik yang bersumber dari panas bumi, akan diproduksi dalam 3-5 tahun ke depan. Eksplorasi dibutuhkan ketelitian dan hati-hati karena harus mengebor pada kedalaman 3.000-4.000 meter untuk mendapat hasil maksimal.
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated on Thursday, 28 January 2010 06:15 |




