PLTU 1 Jawa Barat mulai dikerjakan sejak tahun 2007 dengan kontraktor pelaksana dari konsorsium China National Mechinery Industry Corp (SINOMACH), China National Electric Equipment Corp (CNEEC) dan PT Penta Adi Samudera. Nilai kontrak untuk pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan jenis batubara Low Rank Coal ini sebesar 696.734.419 dolar AS dan Rp 1.497.545.476.343 yang berasal dari Consortium of China Construction Bank, konsorsium bank lokal Indonesia dan APLN.
Listrik yang dihasilkan oleh PLTU Indramayu ini akan disalurkan melalui jaringan 150 Kilo Volt (kV) ke Gardu Induk Sukamandi dan Kosambi untuk selanjutnya akan didistribusikan melalui jaringan interkoneksi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.
Sumber :
Nonblok.com
