| Korsel Bangun Dua PLTA di Lampung |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Thursday, 09 June 2011 13:29 |
|
There are no translations available. Korea Selatan ikut membangun dua pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Lampung melalui penandatanganan nota kesepahaman (MOU) kedua negara. MOU merupakan bagian dari sembilan MOU yaitu : Pertama, perjanjian mutually beneficial strategic ekonomi antara Hatta dan Choi sebagai wakil pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi, kerja sama pengembangan industri, teknologi, dan sumber daya. Kedua, MOU perjanjian kerja sama pembangunan dan operasional proyek PLTA di Way Kanan, Lampung. MOU ini ditandatangani penanggung jawab proyek Kim Jae-Mu, President Director PT Bs Energy, Presiden KOMIPO Fauzi Afrianto Rifai, Direktur PT Nusantara Energi, dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Ketiga, pembangunan PLTA di Tenggamus, Lampung, yang ditandatangani oleh President Director PT Bs Energy; Direktur PT Nusantara Hydro, dan pemimpin proyek Bambang Kurniawan ST. Adapun dari pihak Korea Selatan adalah Nam In-suk, yakni Presiden dan CEO of Korea Midland Power, lalu Cho Yong-kyung (Chairman dan CEO of Daewoo). Keempat, MOU antara Korea Institute of Industrial Technology dan Asosiasi Tekstil Indonesia. Kelima, MOU antara Korea Institute of Industrial Technology dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Keenam, Direktorat Desain Nasional dan Kemaritiman-Kementerian Perikanan dan Kelautan dengan Korea Engineering Plant Technology Center. Ketujuh, MOU antara Korean Institute for Advancement of Technology dengan Masyarakat Telematika Indonesia. Kedelapan, pengembangan kapasitas teknologi pembangkit listrik tenaga surya antara Direktorat Energi Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Samsung CNT Co. Kesembilan, MOU pembangunan dermaga secara kerja sama antara Daewoo Ship Building & Maritim dengan PT Koja Dock Bahari dan Perkapalan Persero. Sumber : Kompas |