Swasta Minati Bangun Pembangkit Listrik Print
Written by Administrator   
Monday, 25 April 2011 11:09
There are no translations available.

Produsen swasta akan membangun pembangkit dengan daya 23 ribu MW dalam 10 tahun. Perusahaan swasta (Independent Power Producer) akan membangun 43 persen dengan daya 53 ribu MW hingga tahun 2019 dan sisa akan dibangun oleh PLN dengan dana US$ 97,1 miliar. Investor berasal dari GMR Infrastructure Pte, Ltd, asal India.

Sumber : Tempo Interaktif
Jakarta - Perusahaan swasta bakal berperan penting dalam pembangunan pembangkit listrik. Director of Private Power Development Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia Bambang Praptono menyatakan produsen swasta akan membangun pembangkit berkapasitas 23 ribu megawatt dalam 10 tahun.

Hal itu tercantum dalam Rancangan Umum Penyediaan Tenaga Listrik 2010-2019 milik PT PLN (Persero). Sebesar 43 persen dari pembangkit baru dibangun perusahaan swasta atau Independent Power Producer (IPP). Dalam rencana itu, PLN membangun pembangkit dengan kapasitas 53 ribu MW hingga 2019.

IPP akan membangun pembangkit sekitar 23 ribu MW. Sisanya oleh PLN. Pembangunan seluruh pembangkit diperkirakan membutuhkan investasi US$ 97,1 miliar. "Sekitar US$ 70,6 miliar untuk pembangkit listrik, US$ 15,1 miliar untuk kebutuhan transmisi, dan US$ 11,2 untuk kebutuhan distribusi," ujar Bambang.

Namun, besarnya minat swasta kerap terhambat pembiayaan akibat sulitnya mendapat jaminan pemerintah. Pada periode 1992-1998, hanya 17 dari total 27 pembangkit yang dikembangkan swasta. Periode berikutnya, yaitu 2005-2009, tingkat keberhasilan malah lebih kecil, hanya sekitar 37 persen dari target.

Bambang berharap pembangunan pembangkit selanjutnya terealisasi lebih tinggi. Salah satu pembangkit yang ditargetkan segera dibangun adalah pembangkit listrik tenaga air berkapasitas hingga 14 ribu MW di Sungai Mamberamo, Papua. Proyek itu sudah digagas sejak sebelum krisis ekonomi pada 1998.

Peminat pembangkit listrik bukan hanya berasal dari pihak swasta dalam negeri, namun juga investor asing. Salah satunya GMR Infrastructure Pte Ltd, investor asal India. Perusahaan ini berencana membangun dua pembangkit listrik dengan total kapasitas hingga 600 MW di Sumatera Selatan.

Rencananya pembangkit itu dibangun di dekat tambang batu bara milik GMR. Satu pembangkit kapasitasnya 300 MW. GMR sedang melakukan penawaran lelang hingga pertengahan Juni untuk mencari investor lokal yang berminat sebagai mitra. Pengumuman pemenang akan tuntas pada Oktober mendatang.

Bila penawaran lelang sesuai rencana, pembangkit listrik tersebut dapat masuk masa pembangunan konstruksi pada tahun depan. Berdasarkan perhitungan, pembangunan pembangkit memakan waktu tiga tahun dan dapat memasuki sistem listrik pada 2015.

Sambil menunggu proses lelang, GMR tengah menyaring teknologi untuk menyalakan pembangkit. "Kemungkinan didatangkan dari Cina atau Korea Selatan. Kami sedang seleksi," kata Vice President Project Development ASEAN GMR Infrastructure Sanjay Jalali.

Investasi untuk kedua pembangkit sekitar US$ 1 miliar. Tambang batu bara milik GMR mulai berproduksi pada semester kedua tahun ini. Batu bara yang dihasilkan nantinya tak hanya digunakan untuk menyalakan pembangkit, namun juga diekspor untuk memenuhi kebutuhan batu bara di India.