RI Butuh Dana US$ 96,2 Miliar Untuk Listrik Print
Written by Administrator   
Monday, 26 July 2010 08:59
There are no translations available.

Indonesia membutuhkan dana US$ 96,2 miliar untuk memperkuat sistem kelistrikan di tanah air hingga tahun 2019 yang akan dialokasikan untuk membiayai pembangunan pembangkit yang dibangun PT PLN (Persero) dan juga investor listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) US$ 70,5 miliar, US$ 14,3 miliar dan investasi distribusi sebesar US$ 11,3 miliar.

Periode 2010-2019 PLN dan swasta merencanakan akan membangun pembangkit-pembangkit dengan total kapasitas 55.468 MW, PLN akan membangun 31.951 MW dan IPP sebesar 23.156 MW. Oleh karena itu diperlukan pengembangan transmisi sepanjang 42.505 kms, yang terdiri atas 4.318 kms SUTET 500 kV AC, 1.100 kms transmisi 500 kV HVDC, 462 kms transmisi 250 kV HVDC, 5.602 kms transmisi 275 kV AC, 29.396 kms SUTT 150 kV, 2.428 kms SUTT 70 kV.

Penambahan trafo yang diperlukan adalah sebesar 114.132 MVA yang terdiri atas 64.031 MVA trafo 150/20 kV, 2.875 MVA 70/20 kV dan 32.328 MVA trafo interbus IBT 500/150 kV, 9.875 MVA IBT 275/150 kV, IBT 2.423 MVA IBT 150/70 kV serta 3,600 MVA HVDC trafo konverter. Jaringan tegangan menengah 172.458 kms, tegangan rendah 236.835 kms dan kapasitas trafo distribusi 33.412 MVA.


Sumber : detik Finance

Last Updated on Wednesday, 28 July 2010 08:24